Dari karya Gus
Mus dalam salah satu sub judul bukunya, lakon punakawan yang tak asing
bagi kita di dunia pewayangan ada 4 tokoh yakni semar, bagong, petruk, dan
gareng. Punakawan adalah sekawanan orang dalam kekaisaran yang dinobatkan
sebagai seorang penghibur bagi seorang raja. Kecuali semar yang memang
cenderung sebagai penasehat bagi sang raja. Semar yang secara risalahnya
adalah keturunan seorang dewa / orang pilihan yang memang dirancang untuk
meluruskan sang raja supaya tetap pada jalur kebenaran. Dengan ciri fisik yang besar dan kalem jika
dikaitkan sebagai dalam birokrasi Indonesia banyak yang menyamakan seperti Gus
Dur. Dengan perawakan yang hampir sama –sama-sama gemuk- membuat dirinya
dijuluki semarnya Indonesia.
Semar yang identik dengan sang peasehat raja, lucu memang jika dia
menjadikan dirinya seorang raja. Jika semar seorang raja, lalu siapa yang
menjadi lakon punakawan. Ini mungkin yang membuat kita bertanya-tanya.
Ketika seorang tokoh sentral yang harus pergi dari posisinya. Bisa dibilang
punakawan tak lagi disebut punakawan. Dan akan ada suatu perpecahan pastinya.
Ini yang terjadi di Negara kita. Ketika Gus Dur sebagai seorang
penasehat sekaligus pengkritisi pemerintahan harus memposisikan dirinya sebagai
presiden. Dia yang secara aktif adalah lakon partai PKB, harus meninggalkan
kursinya untuk jabatan presiden. PKB mungkin menjadi angin-anginan ketika
ditinggalkannya. Secara Gus Dur adalah garis keturunan NU. Dan PKB adalah
partai NU itu sendiri dalam pemerintahan. Dan yang mendirikan tidak lain adalah
Gus Dur. Sehingga banyak yang beranggapan bahwa Gus Dur adalah PKB, dan PKB
adalah Gus Dur.
Saking
sentralnya peran Gus Dur di PKB, ketika ditinggalkan demi jabatan presiden, ada
perebutan kekuasaan secara halus menggantikan gus dur pastinya. Dan tidak atas
dasar kemapanan apa yang dimiliki gus dur –bahkan di era sekarang orang-orang
yang kurang kompeten dengan output yang tidak jelas berebut posisi di politik
pemerintahan dan jalan yang realistis adalah melalui partai – tak bisa
menggantikan posisinya. Tak heran jika ada yang menyebutkan ketika seorang
semar menjadi sang raja, lalu siapa yang menjadi lakon punakawan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar